Pengumuman

Sori ya teman-teman, mulai sekarang, kayaknya saya bakal jarang banget posting ke sini. Postingan tentang manga dan anime juga saya pindah ke blog saya yang satunya.
Ditambah, saya jarang banget baca novel :(

Winter In Tokyo -- Ilana Tan


Judul : Winter In Tokyo
Penulis : Ilana Tan

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : September-2008
Jumlah halaman : 320 halaman

Price : Rp 34.000,00
Related post : "Summer in Seoul" "Autumn in Paris"
"Spring In London"

Satu kata : WOW! Aku pikir Winter in Tokyo ini adalah novelnya Mbak Ilana Tan yang paling aku suka deh XD *walopun aku belum baca Spring in London waktu nulis entry ini di buku tulis, yang kemudian aku pindah ke blog*

Halaman pertama novel Winter in Tokyo ini, seperti biasa, dibuka dengan datar. Jujur, aku sempet menebak Novel ini nggak lebih baik dari novel sebelumnya tapi aku salah.
Cerita dimulai dengan memperkenalkan cewek bernama Ishida Keiko yang merupakan tetangga almarhum Fujisawa Tatsuya. Masih ingat kan? *baca Autumn in Paris* Nah, sekarang saatnya membahas tentang Ishida Keiko.

Sejak kematian Tatsuya, Apartemen 202 pun kosong. Kisah bergulir saat seorang street fotografer NewYork asal Jepang, Nishimura Kazuto, menyewa Apartemen di depan Apartemen Keiko.

Keiko ngerasa , Kazuto adalah yang baik dan manis. Kazuto memutuskan tinggal ke Tokyo karena ingin mencari suasana baru. Padahal Keiko yakin alasannya pasti lebih dari itu. Padahal Keiko tahu ada alasan lebih dibalik itu.

Selama sebulan mereka bersama. keiko emang merasa nyaman dengan Kazuto. Tapi bayangan cinta pertama Keiko selalu nggak ngijinin Keiko buat suka Kazuto. keiko dihadapkan pada dilema. Kitano Akira, cinta pertamanya 13 tahun lalu yang berhasil ia temui, atau Nishimura Kazuto, tetangga yang meminta Keiko untuk melihat kearahnya di hari Natal itu.

Dan... *aku paling suka bagian bagian ini* saat kita berpikir novel ini hampir hampai selesai dengan happy ending, kita terpaksa harus berteriak frustasi karena semua harus kembali dari awal dan cerita bergulir lagi *tapi entah kenapa aku suka dengan rasa frustasiku karena dengan begitu aku masih bisa menikmati kebersamaan Kazut dan Keiko*

Salah satu dari mereka terbangun dengan kebingungan karena tidak bisa mengingat kejadian selama sebulan terakhir. Termasuk seseorang yang sudah menjadi bagian dari hidupnya, atau kejadian saat malam natal itu, ucapanna di stasiun itu, janjinya akan hari valentine itu, pokoknya semuanya!

Disaat dia nggak bisa mengingat apapun, cewek masa lalu itupun datang. Membuat dia semakin jauh dari orang yang harusnya dia sayangi.

Tapi takdir tetap bermain disini. terhalang apapun, hati nggak pernah berbohong. Dia, dia yang hilang ingatan, yang seharusnya nggak ingat apa-apa selalu berdebar setiap kali melihat orang itu. Orang yang tidak bisa dia ingat.

Mungkin kata-kata yang tepat adalah : "Sebanyak apapun aku hilang ingatan, aku yakin aku pasti akan kembali jatuh cinta padamu,"

--"Apa yang dia lakukan sehingga kau jatuh cinta padanya?"
+"Dia tidak melakukan apapun dan dia tidak perlu melakukannya. Kenyataannya adalah dia ada dan aku bisa melihatnya. Karena aku hanya butuh melihat dia untuk bisa menghadapi apapun,"

+"Katakan, apa yang harus kulakukan agar kau bisa melihatku?"
-"Kau tidak perlu melakukan apapun karena aku sudah melihatmu. Aku selalu melihatmu."

Aduhhh... keren!!! XD Ayo-ayo yang belum baca,,, mari bacasama-sama. Hehehe. Eh, walopun aku kaget sih, ide cerita dasarnya hampir sama kayak cerpen yang kubuat tahun lalu. Hahahaha....

5 cuap-cuap pembaca:

Tanti~ said...

Menurutku, cerita tentang winter in tokyo ini sama dengan sebelumnya seperti tokoh utamanya yang blasteran indonesia dgn jepang, keiko.
Pokoknya secara keseluruhan bku yang ktiga ini lebih berisi banget, critanya lebih mengena ttg perasaan yg setia walopun org yang disuka lh hilang ingatan

Salsa~ said...

awalnya aku pikir endingnya sama kayak autumn in paris . tapi ending.nya agak jelek si. soal.nya kayak dipaksain selese gitu . padahal isi critanya udah bagus banget . tapi kalo baca buku ini mesti keingetan sama tatsuya, mesti kebawa lagi. tapi aku suka banget lho waktu ada kata2.nya kazuto 'dia juga ...tidak perlu melakukan apa-apa. yang paling penting adalah kenyataan bahwa dia ada dan saya bisa melihatnya' . so sweet ya ? iyalah ilana tan. . . .

Frey si pencuap said...

Salsa : Ya ampun temanku,,,,,,, gemes deh. Kalo menurutku malah dari sekian novelnya Ilana Tan, yang paling bagus tuh Winter in Tokyo.
Wuah,,, mungkin emang bagus itu relatif. Bagimu, ceritanya Autumn In Paris lebih melekat. Tapi bagiku enggak sama sekali,, sorry to say that *walopun Autumn in Paris emang bagus* *rekomen : kamu harus baca FATE, itu novel keren banget*

monic said...

stju2,q ska resensi2 kmu..hehe

Frey_a said...

monic : heeeek,, makasi ya suda visit blog saya. And also,, thanks for the praise.. akakakk *jadi malu*

Post a Comment

Udah baca entry-nya Frey?
Mau ikutan cuap-cuap?
Monggo atuh... :D

Sebisa mungkin jangan pakek anonim ya teman-teman,, supaya kita knal lebih dekat. Kalo kalian nggak punya blog, bisa pakek "name/url". Kamu bisa tulis nama kamu doang, dan url page kamu (contoh, URL fb)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...