Pengumuman

Sori ya teman-teman, mulai sekarang, kayaknya saya bakal jarang banget posting ke sini. Postingan tentang manga dan anime juga saya pindah ke blog saya yang satunya.
Ditambah, saya jarang banget baca novel :(

Marrying AIDS --Lia Indra Andriana-- (novel review)


Judul : “Marrying Aids”
Penulis : Kak Lia Indra Andriana
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : 2009
Jumlah Halaman : 305 Halaman


Aku sudah lama banget ngincer Novelnya Kak Lia Indra Andriana yang ini dan sekarang aku sudah dapet. Aduh, rasa-rasanya kali ini aku harus memberikan ucapan terimakasihku lagi kepada Saudara Farah Rusyda Santoso yang brilian banget karena membeli novel ini dan meminjamkannya padaku. Thanks Far… Thanks, entah apa jadinya kalo aku nggak kenal kamu *alay mode on*

Bagi para visitorku sejak blog ini ada *yang kadang aku sangsi bakal ada apa nggak* kalian pasti tau betapa sukanya aku, ralat, betapa cintanya aku sama novel nya Kak Lia Indra Andriana yang berjudul “Pretend to be nice” dan sekarang, aku bisa baca novelnya yang lain. Ya ALLAH, terimakasih :D

Sebelum aku ngeresensi, hendaknya aku bersyukur lebih dahulu, tapi keburu aku ditimpuk dan dilempari saus tomat sama pembaca yang dari tadi udah nungguin aku cuap-cuap melulu. Oke-oke, itu karena aku terlalu senang bisa baca novel ini, jadi aku—baiklah, sudah cukup cuap-cuapnya.

Ceritanya tentang seorang dokter gigi di Surabaya yang bernama Eri Indriana. Ya Ampun, kalian tau salah satu aku mencintai novel ini sepenuh hati? Karena aku merasa novel ini banyak kaitannya denganku. Kok bisa?

Pertama, Karena aku tau tempat-tempat yang dibuat latar sama Novel ini. Tentu aja karena aku sendiri adalah orang Surabaya dan Kak Lia adalah orang Surabaya juga. Satu tempat yang disebutkan di Novel ini adalah FKG Surabaya (Fakultas Kedokeran Gigi) dimana aku pernah bolak-balik puluhan kali kesana. Ah, sudah ratusan mungkin. Jadi aku serasa bener2 kenal sama novel ini, semua latar tentang FKG di novel ini pernah aku kunjungin. Aku juga tau gimana tegangnya mahasiswa yang akan menghadap dosen pembimbingnya. Aku tahu dan aku seneng karena aku tau, itu seakan-akan membuat novel ini bener2 nyata dihadapanku.

Yang kedua, karena salah satu tokoh dinovel ini bernama Fre. Kalian tau betapa syoknya aku saat mendapati nama yang awalnya kupikir hanya ada satu didunia itu nongol di novel ini? Ehem, Fre adalah nama asliku asal tau aja. Farah Frehatsari, tapi karena berbagai alasan hal, aku tambahin ‘y’ dan sekarang jadi Frey. Hohoho. Dan parahnya lagi, Fre dinovel ini adalah cowok. Awalnya ini parah banget. Aku merasa rada gag nyaman karena namaku –sekali lagi yang kupikir cuma ada satu didunia dan ternyata aku salah—disebut-sebut disini. Tapi seiring mengalunnya cerita, aku makin nyaman aja sih. Karena ternyata cowok yang namanya Fre itu nggak buruk-buruk amat.

Ehem, lanjut. Bercerita tentang seorang dokter gigi cewek di FKG Surabaya yang suatu hari mendapatkan pasien yang aneh. Pasien ini sama sekali tidak mau disentuh oleh seorang wanita dan malah meminta dokter laki-laki untuk menangani Operasi giginya. Cowok itu, Kang Ji Hwan, sudah bersumpah akan menikahi cewek yang sudah menyentuhnya.

“Bilang padanya aku akan menikahinya” jawab Eri karena sudah nggak sabar pada pasien anehnya itu. Eri pikir bercandanya pasien itu sudah kelewatan, jadi dia meladeni saja supaya operasi berjalan cepat. Hahaha, kocak abis waktu bagian situ. Tapi siapa sangka, itulah awal petaka bagi seorang Eri Andriana.

“Sirro!” Ji Hwan berteriak ngeri saat Eri mau ngoperasi dia.

“Dia bersedia menikahimu, itukan yang kau takutkan?” kata Kwon-woo, temennya Ji Hwan.

“Benar?” tanya Ji Hwan

“Kita akan menikah,” sahut Eri meladeni candaan pasiennya yang mulai keterlaluan.

Tapi itu semua bukan candaan. Jodoh datang padanya terlalu cepat (kata sinopsisnya begitu) Begitu Eri sadar, dia udah masuk dalam kehidupan Ji Hwan si arsitek berbakat korea yang sombongnya amit-amit. Diperkenalkan kesana kemari sebagai calon istrinya.
Eri nggak punya pilihan lain, karena dalam tubuhnya ada bagian dari Ji Hwan. Dia dan Ji Hwan senasib, Eri hanya bisa bergantung pada Ji Hwan, bukan lagi pada keluarganya, bukan lagi pada Fre. Dan mereka memutuskan untuk tinggal bersama di Korea yang membuat banyak cewek penggemar Ji Hwan patah hati. Dan diam-diam, perasaan indah mulai tumbuh.

Tapi sekali lagi, inilah dunia novel. Kisah cinta nggak semulus yang kita duga. Akan ada kejutan-kejutan yang kadang-kadang bisa menghempaskan pembaca dan seperti itulah novel ini. Aku nggak nyangka akan ada lagi novel yang mbuat aku menitikkan air mata. Karena aku pikir, aku udah kebal sama air mata.

This is it, novel yang ngebuat aku ketawa ngakak, yang ngebuat aku berharap setengah mati agar happy ending, novel yang ngebuat aku ngayal. Walopun pada akhirnya sad ending, tapi aku nggak sebel sama novel ini. Catat : aku kan paling sebel sama novel sad ending. Tapi nggak dengan ini, seperti aku nggak sebel sama novel The Truth About Forever punya kak Ori.

Walaupun TTAF sama Marrying AIDS ini sama2 bercerita tentang AIDS, tapi isinya bener2 beda. Mereka punya kekuatan masing2 yang membuat kedua novel itu menjadi luar biasa bagus dan sangat layak untuk dibaca para pecinta novel. :D

Good Job buat Kak Lia Indra Andriana :D Makasih sudah membuat novel dengan latar di Surabaya. Di Kota yang paling aku cinta sedunia. Huahahahaha.

Dan khayalanku : ada nggak ya kolaborasi antara Mbak Orizuka dan Mbak Lia Indra Andriana untuk mbuat sequel TTAF digabung sama Marrying AIDS. Pasti kerennya amit-amit. :D

2 cuap-cuap pembaca:

Post a Comment

Udah baca entry-nya Frey?
Mau ikutan cuap-cuap?
Monggo atuh... :D

Sebisa mungkin jangan pakek anonim ya teman-teman,, supaya kita knal lebih dekat. Kalo kalian nggak punya blog, bisa pakek "name/url". Kamu bisa tulis nama kamu doang, dan url page kamu (contoh, URL fb)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...