Pengumuman

Sori ya teman-teman, mulai sekarang, kayaknya saya bakal jarang banget posting ke sini. Postingan tentang manga dan anime juga saya pindah ke blog saya yang satunya.
Ditambah, saya jarang banget baca novel :(

Promises Promises


Judul : Promises Promises--Mencintaimu Sekali Lagi
Author : Dahlian
Penerbit : Gagas Media
Tanggal Terbit : April-2011
Page : 352 Halaman
Genre : Romance
Price : Rp 44.000,00

Gimana kalo kalian setelah bertahun-tahun, ketemu sama orang yang pernah kalian cintai sekaligus yang pernah nyakitin kalian. Padahal selama bertahun-tahun ini, kalian sudah nyoba lupain dia, sudah nyoba menjadi dewasa untuk melanjutkan hidup, sudah nyoba memaafkan. Tapi setelah kalian dihadapkan pada orang itu lagi, kalian jadi lumpuh, gemetar, nggak percaya, dan yang paling parahnya, rasa itu entah gimana muncul lagi.

Itu yang dialamin sama wanita 25 tahun bernama Fiona, tokoh utama Novel ini.
Bayangin aja setelah 13 tahun menjalani hidup tanpa Evan, cowok yang pernah ngobrak-ngabrik masa remajanya dan kabur ke Jerman, yang sekaligus Ayah dari anak semata wayangnya, Kejora, dia ketemu lagi sama itu cowok.

Bukan dalam situasi yang terbayangkan dimana Evan menemukannya lewat usaha selama bertahun-tahun lalu minta maaf ke Fiona. Mereka malah ketemu lewat takdir yang aneh.

Fiona yang merupakan interior designer dapet proyek menangani rumah seorang artis terkenal, Bianca. Dan menemukan bahwa Evan, cowok yang pernah sangat dicintainya, adalah suami dari artis itu. Dan yang luar biasanya lagi, sedang dalam masa perceraian dengan si Bianca.

Well, banyak banget yang bilang ke aku kalo Novel ini bagus dan layak di baca. Haha, sebenernya ini Novel dapet dari minjem si Elok Amanda Kharisma Putri. Dia bilang bagus banget, apalagi Nhabella Carolline juga bilang sangat sweet. Dan disinilah saya sekarang, duduk didepan leptop sambil nyamil kue sus (saya gak puasa wee :P) dan ngeresensi ini Novel.

Menurutku ide cerita sendiri bagus seh, tapi saya kurang setuju sama sikapnya Fiona di awal-awal. Disini, Evan yang ketemu sama Fiona setelah sekian lama berusaha buat ndeketin Fiona lagi. Tapi sikap Fiona terlalu sinis, terlalu menutup diri, terlalu nunjukin kalo dia pernah terluka karna Evan.

Padahal si Fiona pingin menarik diri dari Evan, supaya dia nggak jatuh cinta sekali lagi sama itu cowok. Tapi terlalu sinis kayak gitu juga nggak bijak. Kalo dia emang pingin menjaga jarak sama Evan, bersikaplah biasa. Bersikaplah seolah nggak ada apa-apa antara mereka di masa lalu.

Diawal emang ceritanya terkesan agak monoton. Yaitu masalah si Evan yang ngedeketin Fiona lagi untuk memperbaiki kesalahannya. Tapi ditengah-tengah, konflik yang dibangun mulai menarik. Saat mereka berdua mulai ngebuka diri tentang masa lalu mereka, dan saat tokoh Kejora mulai muncul.

Aku suka konfliknya, dan aku suka tokoh Evan. Yeeeeeiii! Haha, how should i explain it? Dia emang tipe cowok yang nggak sempurna karena pernah ngelakuin kesalahan dimasa lalu. Tapi dia itu ngayomi, manly sekaligus gentle, berani ngakuin kesalahan juga. Tipe seme cowok idaman banget dah.

Ya walopun ada scene dewasanya..*huahaha* Jadi dibawah 17 taon kaga boleh baca! (sendirinya padahal 15 taon XD). Dulu mungkin kalo saya baca bed scene kayak gini, bakal heboh kesana-kemari. Tapi sekarang ndak uuu~ mungkin karna sudah kebiasaan baca yaoi?

Okei, fokus lagi ke resensi!
Karena novel ini terdiri dari beberapa konflik dengan titik klimaks yang lebih dari satu, saya akuin, ada konflik yang terkesan diulang. Tapi not bad kok, aku suka konflik-konfliknya. Apalagi entar pas Kejora tao kalo Evan ayah kandungnya.

Tapi sayangnya, novel ini penuh pengulangan kata-kata. Kayak nih, kata "berdebar resah" itu satu halaman aja ada lebih dari satu dari awal sampe akhir. Nggak ada variasi kata yang lain, ngebuat kadang-kadang bosen sendiri. Tapi selaen itu, novel ini bagus.

Sangat cocok untuk dibawa pas pondok romadhon disekolah kalian, kalo ada yang cerama dan ceramahnya boring abis, kalian bisa bawa novel ini buat dibaca disela-sela ceramah tersebut *jiahhh... saya malah curcol, gak bener nih saya*

Okelah minna-sama, yeorubundeul, semua, sekian resensi saya yang... ini resensi bukan sih? Ah sudahlah, saya pamit ajalah. Happy Weekend!!

Hujan dan Teduh


Tittle : Hujan dan Teduh
Author : Wulan Dewatra
Halaman : 248 halaman
Penerbit : Gagas Media
Price : Rp 43.000,00

Pukul 07.00 pagi, halaman-halaman terakhir pemenang pertama seratus persen roman indonesia ini berhasil saya selesaikan dengan senyum. Sebenernya saya dapet ini buku sudah seminggu yang lalu, lewat temen saya ANNISA TIARA PUTRI. Cuma ya, karna saya otaku dan mengungkung diri dengan manga dan anime, saya baru sempet menyelesaikan novel ini sekarang.

Pertama, COVER! Saya jatuh cinta sama covernya. Mungkin karna saya penggila hijau? Saya tidak tau penyebab pastinya, yang jelas saya cinta sama covernya. Beruntunglah setelah membaca, saya juga beralih ikut mencintai isinya.

Novel ini, secara garis besar bercerita tentang seorang perempuan bernama Bintang yang menjalai hidupnya setelah tidak bisa bersama dengan cinta pertamanya. Dimulai dengan langkah pertamanya menjadi mahasiswi disebuah universitas dan bertemu dengan laki-laki bernama Noval.

Yang saya suka dari novel ini, adalah temanya yang nggak biasa. Saya bukannya mau ngebocorin sih, karna toh saya pikir ini bukan bagian dari rahasia dalam cerita. Yang mau saya bilang, cinta pertama Bintang, adalah seorang perempuan bernama Kaila.

Pembaca diajak menyelami masa lalu Bintang dengan alur maju mundur yang dirancang sedemikian rupa secara apik. Tentang gimana kehidupan SMA Bintang, yang harusnya menjadi masa-masa paling indah malah menjadi masa-masa paling sulit karna status 'pacaran' nya dengan Kaila yang harus disembunyikan dari publik.

Novel dengan tema kayak gini jarang banget saya temuin. Dan saya akui sih, saya suka. Tapi apa ini ada hubungannya dengan identitas saya sebagai seorang fujoshi? Ha, itu masalah lain lagi. Secara yang saya suka itu hubungan antara laki-laki dan laki-laki, bukan perempuan dengan perempuan (JDERRR!!! SAYA TERLALU EKSPLISIT!!!)

Okeh, balik ke cerita. Karna alurnya yang maju mundur, tentu aja novel ini juga nyeritain gimana Bintang dimasa sekarang yang mulai belajar mencintai laki-laki sejak kehadiran Noval dihidupnya. Konflik-konflik yang dihadirkan setelahnya pun menurut saya lumayan oke lhooo.

Kalo dari temen-temen yang saya wawancarai perihal novel ini *cielah wawancara*,, katanya mereka kurang suka. Saya gak ngerti pasti sih apa yang ngebuat mereka kurang sukak. Kalo saya suka-suka aja walopun Novel ini tidak memberikan BEKAS yang istimewa dihati, tapi cukup buat ngisi waktu kosong karena kehabisan manga, anime, ato YAOI untuk diaca ato dilihat. Haha.

Ya pendapat saya sih, kalo Novel ini nggak bagus, nggak mungkin jadi pemenang pertama. Sesederhana itu :D

Jadi bagaimana menurut kalian?

Request Pertama dari Nur Amelia :

Ada yang request, ceritain tentang Noval dong ^^
Okeh, diterima. Saya bakal ulas tentang si Noval disini.

Pertama kali Bintang ketemu Noval, adalah waktu MOS. Waktu itu Bintang nggak sengaja ngelempar Noval pakek Lempung karena salah sangka soal suatu masalah. Sejak saat itu, mereka nggak pernah bertegur sapa. Saling gengsi-gengsian.

Sampai saat Noval yang anak band kebingungan karena gitarisnya nggak bisa manggung. Secara mengejutkan, dia ngedapetin kenyataan kalo Bintang pinter maen gitar. Mereka deket mulai deket dan nyaman satu sama lain.

Noval itu ramah dan baik pada awalnya dan punya karakter yang kuat banget karna kokoh pada pendirian dan prinsip. Dengan dia jatuh cinta ke Bintang, itu juga membuktikan bahwa Noval bukan cowok yang menilai seorang cewek dari wajahnya saja.

Dan Noval lah, cowok yang pertama kali dicintai sama Bintang setelah Ceweknya dulu. Sayangnya, Noval nggak tau kalo Bintang itu dulunya Lesbian.

Begitu~~ tapi ditengah cerita,, pribadi Noval perlahan-lahan berubah dan kita disuguhkan berbagai sisi gelap Noval yang sesungguhnya. Dan itulah yang menjadi salah satu konflik utama dalam Novel ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...